Langsung ke konten utama

Postingan

PETA DAMAI YANG BERJAMUR

Sekitar empat tahun lalu saya berusaha mempromosikan dan memulai usaha untuk membuat Peta Damai mulai dari lingkungan terdekat dimana saya hidup. Bersama beberapa kawan kami sempat menginisiasi gerakan menyuarakan damai dan bahkan membuat kelompok pendamai yang kami namai Lumbung Damai Bhumi Arema. Sebuah usaha kecil sederhana yang berbasis pada partisipasi merdeka bagi siapa saja yang tergerak menyuarakan damai. Kami percaya bahwa kebencian, permusuhan, potensi konflik itu selalu ada disekitar kita. Bukan karena agama, pokitik, atau gejolak sosial tertentu. Namun karena memang begitulah potensi alamiah manusia. Sebuah anugerah kebebasan yang diberikan pada manusia untuk memilih kesejatian diri. Menjadi bagian dari gelora semangat hidup damai, menjadi bagian dari semangat kebencian, atau berada diantaranya bermain aman memanfaatkan situasi untuk sebesar-besarnya hanya bagi keuntungan diri atau kelompoknya sendiri. Kelompok tengah yang seolah arif netral, namun yang sesungguhnya merepr…
Postingan terbaru

BUMI HANGUS

Pengalaman terkini
Beberapa hari yang lalu saya mendapat kesempatan langka melihat bagaimana sebuah proses renovasi dan restorasi sebuah gedung heritage yang memiliki keindahan dan kekayaan sejarah hingga ke detail-detail kecil bagian dari bangunan yang ada. Melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana pintu dan jendela kuno yang jelas nampak amat kekar dibuang begitu saja diantara onggokan sampah, potensi ruang bawah tanah (yang dianggap menakutkan dan berhantu) di cor dijadikan lantai menghasilkan satu kamar tambahan, dan keindahan ornamental lantai kuno (yang tak ternilai harganya) digancu – dihancurkan berkeping-keping dijadikan urukan di halaman.
Tentu akan amat sulit prosesnya untuk sekedar bertanya atau menyampaikan keluh kesah kesedihan mendalam yang saya alami. Selain rumitnya birokrasi dan kurang kuatnya perangkat hukum terhadap bangunan cagar budaya, orang awam tidaklah mudah mendapatkan akses melihat, menikmati, dan apalagi terlibat dalam menentukan nasib terhadap bangunan …

PAKU POHON

Apalah indahnya sebuah kota yang dipadati dengan sampah visual?

Banner, poster, umbul-umbul, papan peringatan, dan segala bentuk tanda dan gambar yang dipajang dipasang di sepanjang jalan-jalan tidak semuanya adalah penting dan menjadi alat bagi pengguna jalan untuk memperlancar perjalanan namun justru sebaliknya menghadirkan hilangnya estetika dan kebutuhan ruang pandang bebas. Semua orang tahu ini dan demi hal itu tak kurang dari beberapa peraturan disediakan untuk membuatnya tidak menjadi liar tak terkendali.

Yang paling mengerikan dari itu semua adalah pemasangan hal-hal yang mengandung informasi penting atau iklan menggiurkan yang jelas-jelas dibuat untuk merangsang pandangan orang untuk memberi perhatian khusus. Jalan raya, tempat dimana kebAnyakan adalah hanya ruang bagi kendaraan bermotor dengan kecepatannya jelas bukanlah tempat yang benar untuk memasang hal-hal seperti itu. Karena hal itu tidak hanya mengurangi keleluasaan ruang pandang, namun juga merusak konsentrasi yang bis…

MODEL-MODEL SIKAP PLURALIS

TIGA ATAU EMPAT MODEL SIKAP PLURALIS
Tahun 2017 adalah harapan baru bagi warga bangsa Indonesia untuk semakin meneguhkan diri dan meyakini dengan tulus bahwa hidup dalam keragaman kebhinekaan masyarakat adalah anugerah illahi yang paling besar yang telah terbukti menjadi pondasi paling kokoh untuk membangun sebuah peradaban manusiawi.
Toleransi, kebhinekaan, keragaman, multikultural, pluralisme, dan semangat perjumpaan inter dan bahkan intra kultural semakin menjadi cara berada dan gaya hidup populer bagi setiap orang di dalam segala segi kehidupannya. Fokus pada isu-isu sosial tertentu menjadi semakin bermakna manakala dilengkapi dengan usaha perjuangan dan kesadaran akan pentingnya penghargaan terhadap yang berbeda, yang dilihat sebagai “sang liyan” yang tak terpisahkan dalam keutuhan hidup bersama dan dalam penghormatan khusuk pada alam dan semesta.
Ada tiga atau bahkan empat fenomena sosial yang menjadi pertanda bagi menguatknya kesadaran itu yang tentunya layak kita renungi dan refl…

SONJO KAMPOENG

"Indonesia adalah perjumpaan kampoeng-kampoeng"
Setiap kampoeng punya kisah hidupnya sendiri-sendiri, punya kenangan-kenanagan yang beragam, punya pengalaman berbeda, punya situasi tantangan dan harapan yang berbeda. Tiap kampung secara natural dan kultural menemukan bentuk terbaiknya dalam proses tak henti untuk menjadi sebuah ruang yang membahagiakan bagi seluruh penghuninya. Sebuah ruang dimana segala ekspresi seni dihargai, segala perayaan budaya dan ritual tradisional dihormati, dan segala usaha baik dan perdamaian dalam keadilan dipelihara dan didukung bersama.
Tak jarang terjadi bahwa sebuah kampoenglah yang memiliki peran penting dalam membangun karakter orang-orangnya. Dinamika kampoeng adalah dinamika kehidupan paling nyata di tengah pergeseran dan perubahan yang terjadi di sekitarnya. Kemampuan kampoeng untuk menerima dan menyerap dan lantas mentransformasi interupsi kultural dan gerakan modernitas bisa dilihat begitu luar biasa. Sejarah telah membuktikan itu. Di ka…

PEMBERDAYAAN KOMUNITAS BERBASIS SENI TRADISI DAN PESTA RITUAL

KONTEKS

Pemberdayaan komunitas berbasis asset-asset terpenting dan pengalaman terbaik dalam komunitas adalah bentuk pemberdayaan yang paling sustainable dan berkeadilan. Di dalamnya juga terdapat peningkatan kesadaran pada nilai-nilai utama yang melekatkan kohesi komunitas sebagai modal terpenting dalam menuju masa depannya. Bahkan kemerdekaan partisipasi yang secara alamiah disediakannya menyuburkan bentuk demokrasi yang sehat. Desa, Dusun, atau Kampung adalah bentuk komunitas yang paling membuktikan adanya akar-akar ketahanan dan berdayanya sebuah masyarakat bangsa.
Intervensi dari luar komunitas yang tidak proporsional dan apalagi terjadi karena adanya tekanan politik dan ekonomi, merupakan hambatan terbesar bagi komunitas untuk bertahan dan bersaing dalam komunikasinya dengan komunitas yang lain.  Mekanisme pasar yang sejatinya merupakan pemicu terjadinya gerak dinamis yang menghubungkan antar komunitas telah kehilangan prinsip dasarnya yaitu pertukaran nilai-nilai utama kehidupan.
A…

Papua Damai, Indonesia Damai, Bisakah?

PENDAHULUAN 

Saya selalu heran jika mendengar berita bahwa terjadi konflik di Papua. Kalau ada rampok datang dan yang punya rumah berusaha mempertahankan diri, apakah media akan menyebutnya sebagai konflik? Yang terjadi jelas adalah tindakan kriminalitas. Namun karena ada kepentingan politik yang ditopang oleh kekuatan senjata, maka dengan mudah orang yang berteriak dan berusaha mempertahankan dirinyalah yang dipersoalkan. Inilah logika aneh yang kita bangun ketika kita berbicara soal nasionalisme dan gerakan besar mengintegrasikan kepulauan-kepulauan yang ada dalam wilayah bekas jajahan Belanda dalam satu teritori yang terkontrol. 

Jadi jelas dari sejak awalnya bahwa pertanyaan terbesarnya terletak dalam dua hal. Yang pertama, nasionalisme macam apakah yang sebenarnya kita percayai sehingga memberi hak kepada kekuasaan (yang punya senjata dan tentara) untuk melakukan apa saja melampaui peri kemanusiaan demi bayangan-impian tentang bangsa itu? Yang kedua, pihak manakah yang paling berha…